Salah satu komponen terpenting dalam sistem pengereman mobil adalah kampas rem. Bagian ini berfungsi menekan piringan atau drum agar kendaraan bisa berhenti dengan aman. Sayangnya, banyak pemilik mobil yang kurang memperhatikan kondisi kampas rem hingga terjadi masalah serius. Padahal, kampas rem yang aus bisa membahayakan keselamatan pengemudi dan penumpang. arumsariautocare.com
Artikel ini akan membahas secara detail kapan kampas rem sebaiknya diganti, tanda-tanda aus, serta tips merawatnya agar lebih awet. Dengan begitu, Anda bisa lebih bijak dalam menjaga performa mobil sekaligus mengurangi risiko kecelakaan di jalan. bengkelkakimobil.com

Pentingnya Mengecek Kampas Rem Secara Berkala
Kampas rem bekerja setiap kali pengemudi menginjak pedal rem. Gesekan yang terus terjadi membuat material kampas semakin tipis seiring waktu. Jika dibiarkan terlalu lama, kampas bisa habis dan merusak piringan cakram atau tromol. Selain mengurangi performa pengereman, hal ini juga bisa menimbulkan biaya perbaikan yang lebih mahal.
Mengecek kondisi kampas rem secara berkala merupakan langkah pencegahan terbaik. Idealnya, pemeriksaan dilakukan setiap kali servis berkala, misalnya tiap 10.000 km atau minimal 6 bulan sekali. Dengan begitu, kondisi mobil tetap terjaga optimal.

Tanda-Tanda Kampas Rem Harus Diganti
Banyak pengendara tidak menyadari bahwa kampas rem mobilnya sudah tipis. Padahal, ada beberapa gejala umum yang bisa menjadi indikator waktu penggantian. Berikut tanda-tanda yang harus diperhatikan:
- Suara berdecit saat mengerem
Jika Anda mendengar suara decitan atau gesekan logam saat pedal rem ditekan, kemungkinan besar kampas rem sudah menipis. Suara ini muncul karena lapisan kampas sudah habis dan yang bergesekan adalah besi. - Rem terasa kurang pakem
Saat kampas rem mulai aus, daya cengkramnya berkurang. Pedal rem terasa lebih dalam dan mobil membutuhkan jarak lebih panjang untuk berhenti. Kondisi ini sangat berbahaya terutama saat berkendara di jalan menurun atau kecepatan tinggi. - Getaran pada pedal rem atau setir
Kampas rem yang tidak rata atau terlalu tipis bisa menimbulkan getaran saat pengereman. Jika hal ini terjadi, sebaiknya segera lakukan pengecekan. - Lampu indikator rem menyala
Beberapa mobil modern dilengkapi sensor kampas rem. Jika lampu indikator pada dashboard menyala, itu tandanya kampas sudah waktunya diganti. - Cairan minyak rem cepat berkurang
Minyak rem yang cepat turun bisa menjadi tanda kampas rem semakin tipis. Sebab, piston kaliper harus bekerja lebih jauh untuk menjepit cakram.

Kapan Anda Sebaiknya Mengganti Kampas Rem?
Anda tidak bisa menentukan patokan pasti kapan harus mengganti kampas rem karena hal itu tergantung pada gaya berkendara, kondisi jalan, dan jenis mobil. Namun, rata-rata kampas rem bisa bertahan antara 30.000–40.000 km.
Beberapa kondisi yang membuat kampas rem lebih cepat aus antara lain:
- Sering berkendara di jalan menurun dan mengandalkan rem terus-menerus
- Mengemudi dengan gaya agresif, sering mengerem mendadak
- Membawa muatan berlebih yang membebani kendaraan
- Terjebak macet dalam waktu lama sehingga sering menginjak rem
Sebagai acuan, lakukan pengecekan secara rutin setiap servis. Jika ketebalan kampas sudah mendekati batas minimal (sekitar 2–3 mm), segera ganti untuk menjaga keamanan.
Tips Merawat Kampas Rem Agar Lebih Awet
Selain mengganti tepat waktu, ada beberapa cara agar kampas rem lebih tahan lama:
- Gunakan gaya berkendara yang halus
Hindari menginjak rem mendadak kecuali dalam keadaan darurat. Teknik berkendara yang tenang bisa memperpanjang usia kampas. - Manfaatkan engine brake
Saat menurunkan kecepatan di jalan menurun, turunkan gigi transmisi agar mesin membantu mengurangi laju mobil. Dengan begitu, penggunaan rem lebih ringan. - Hindari beban berlebihan
Membawa muatan terlalu berat membuat rem bekerja ekstra. Jangan membawa beban melebihi kapasitas yang dianjurkan untuk mobill - Servis rem secara berkala
Lakukan pengecekan rutin di bengkel resmi atau terpercaya. Selain kampas, komponen lain seperti minyak rem, cakram, dan kaliper juga perlu dirawat. - Perhatikan kualitas kampas rem
Gunakan kampas rem asli atau merek berkualitas yang sesuai rekomendasi pabrikan. Produk berkualitas lebih awet dan aman digunakan.
Bahaya Mengabaikan Kampas Rem Aus
Mengabaikan kampas rem yang sudah tipis bisa berakibat fatal. Beberapa risiko yang mungkin terjadi antara lain:
- Jarak pengereman semakin panjang dan sulit dikendalikan
- Merusak cakram atau tromol sehingga biaya perbaikan lebih mahal
- Potensi kecelakaan meningkat karena mobil tidak bisa berhenti tepat waktu
- Menurunkan kenyamanan dan rasa aman saat berkendara
Keselamatan di jalan adalah hal utama, jadi jangan menunda untuk mengganti kampas rem yang sudah aus.
Kesimpulan
Kampas rem adalah salah satu komponen vital dalam sistem pengereman mobil. Mengecek kondisi kampas secara rutin dan menggantinya tepat waktu bisa mencegah kerusakan lebih parah sekaligus menjaga keselamatan. Tanda-tanda seperti suara berdecit, rem kurang pakem, getaran pada pedal, hingga indikator menyala tidak boleh diabaikan. Dengan perawatan yang tepat, kampas rem bisa bertahan lebih lama dan mobil tetap nyaman dikendarai.
FAQ
1. Berapa lama usia pakai kampas rem mobil?
Rata-rata antara 30.000–40.000 km, tergantung gaya berkendara dan kondisi jalan.
2. Apakah kampas rem depan lebih cepat aus daripada belakang?
Ya, karena beban pengereman lebih banyak ditanggung roda depan.
3. Apakah semua mobil punya sensor kampas rem?
Tidak. Hanya mobil tertentu yang dilengkapi sensor. Pemilik mobil tanpa sensor harus melakukan pengecekan manual.
4. Apakah kampas rem bisa diperbaiki jika sudah tipis?
Tidak. Pengemudi harus mengganti kampas rem yang aus dengan yang baru untuk menjaga keamanan.
5. Apa ciri kampas rem palsu?
Biasanya harganya jauh lebih murah, material terasa kasar, cepat habis, dan bisa merusak cakram.
Hubungi Bengkel Arumsari Auto Care Sekarang!
Halo Otolovers 👋, reservasi ke bengkel Kami sekarang juga dan dapatkan promo menarik dari kami, cs kami akan membalas secepat mungkin
Hubungi CS Sekarang



