Ban mobil memegang peran penting dalam menjaga kenyamanan sekaligus keselamatan berkendara. Kondisi ban yang prima akan membuat perjalanan terasa lebih stabil, hemat bahan bakar, dan tentu saja aman. Sayangnya, banyak pengemudi yang kurang memperhatikan perawatan ban hingga akhirnya cepat aus atau bahkan pecah di jalan. Jika kamu ingin ban mobil lebih awet dan performanya tetap optimal, ada beberapa teknik perawatan yang bisa dilakukan secara rutin. arumsariautocare.com

Pentingnya Merawat Ban Mobil
Ban bukan sekadar komponen karet bundar yang menopang kendaraan. Ia berhubungan langsung dengan sistem suspensi, pengereman, hingga kestabilan mobil saat melaju. Ban yang terawat dengan baik dapat memberikan cengkeraman maksimal di berbagai kondisi jalan, baik basah maupun kering. Sebaliknya, ban yang diabaikan bisa menimbulkan risiko kecelakaan. Oleh karena itu, merawat ban bukan hanya soal memperpanjang usia pakai, tetapi juga soal menjaga keselamatan diri dan penumpang. bengkelkakimobil.com

Cek Tekanan Angin Secara Rutin
Tekanan angin yang tidak sesuai bisa mempercepat kerusakan ban. Jika terlalu rendah, ban akan lebih cepat aus pada bagian pinggir. Sedangkan jika terlalu tinggi, bagian tengah ban akan cepat menipis. Solusi terbaik adalah mengecek tekanan angin setidaknya seminggu sekali atau sebelum melakukan perjalanan jauh.
- Gunakan alat ukur tekanan ban (tire pressure gauge).
- Sesuaikan tekanan sesuai rekomendasi pabrikan yang biasanya tertera pada stiker di pintu pengemudi atau buku manual mobil.
- Hindari mengisi angin secara asal, terutama di SPBU, tanpa tahu standar yang tepat untuk mobilmu.

Rutin Melakukan Rotasi Ban
Ban depan dan belakang memiliki beban kerja berbeda. Ban depan biasanya lebih cepat aus karena menanggung fungsi kemudi dan sebagian besar beban pengereman. Untuk menjaga keseimbangan, lakukan rotasi ban setiap 10.000 km atau sesuai rekomendasi bengkel resmi. Dengan begitu, keausan ban akan merata sehingga daya tahannya lebih lama.
Lakukan Balancing dan Spooring
Banyak pengemudi merasa mobilnya bergetar saat melaju kencang. Hal ini bisa jadi karena ban tidak seimbang atau roda tidak sejajar. Untuk itu, balancing dan spooring menjadi perawatan penting.
- Balancing memastikan distribusi beban pada ban seimbang, sehingga mobil tidak bergetar.
- Spooring membuat roda kembali sejajar sesuai standar, sehingga kemudi terasa lebih stabil.
Perawatan ini sebaiknya dilakukan minimal dua kali setahun atau ketika mobil terasa tidak nyaman saat dikendarai.
Periksa Kondisi Tapak Ban
Tapak ban adalah indikator utama untuk mengetahui apakah ban masih layak digunakan. Setiap ban memiliki TWI (Tread Wear Indicator), yaitu tanda kecil di sela-sela alur ban yang menunjukkan batas keausan. Jika alur sudah sejajar dengan tanda tersebut, berarti ban sudah waktunya diganti.
Selain itu, periksa juga apakah ada benda tajam yang menancap, retakan pada dinding ban, atau benjolan yang berpotensi menyebabkan pecah ban. Jangan menunda untuk mengganti ban jika kondisinya sudah tidak layak pakai.
Hindari Kebiasaan Buruk Saat Berkendara
Cara mengemudi juga sangat berpengaruh terhadap usia ban. Beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari antara lain:
- Menginjak rem mendadak terlalu sering.
- Membawa beban berlebih di mobil.
- Melintasi jalan berlubang dengan kecepatan tinggi.
- Melakukan akselerasi mendadak yang membuat ban bekerja ekstra keras.
Dengan gaya berkendara yang lebih halus, ban mobil akan lebih awet dan hemat biaya perawatan.
Simpan Mobil dengan Benar
Bagi yang jarang menggunakan mobil, penyimpanan juga memengaruhi umur ban. Mobil yang terlalu lama diam bisa membuat ban kempes sebagian dan membentuk flat spot. Untuk mencegah hal ini, lakukan pemanasan mobil secara rutin atau gunakan jack stand agar ban tidak terus menahan beban.
Gunakan Ban Sesuai Spesifikasi
Tidak semua ban cocok untuk setiap jenis mobil. Ban memiliki ukuran, indeks beban, dan kode kecepatan yang berbeda. Pastikan memilih ban sesuai rekomendasi pabrikan. Jangan tergiur hanya karena harga murah atau tampilan menarik, karena kesalahan memilih ban bisa berdampak pada kenyamanan dan keselamatan berkendara.
Tips Tambahan Agar Ban Lebih Awet
- Parkir di tempat teduh untuk menghindari paparan sinar matahari langsung.
- Bersihkan ban dari lumpur atau kotoran setelah melewati jalan becek.
- Hindari menggunakan cairan kimia sembarangan untuk membersihkan ban.
- Periksa kondisi velg karena kerusakan velg juga dapat memengaruhi usia ban.
Kesimpulan
Merawat ban mobil bukanlah hal yang sulit, tetapi membutuhkan konsistensi. Dengan mengecek tekanan angin secara rutin, melakukan rotasi, balancing, spooring, serta menjaga cara berkendara, ban mobil bisa bertahan lebih lama dan tetap aman digunakan. Ingat, ban yang sehat bukan hanya membuat perjalanan lebih nyaman, tetapi juga mengurangi risiko kecelakaan. Jadi, jangan abaikan perawatan ban jika ingin mobil tetap prima setiap saat.
FAQ tentang Perawatan Ban Mobil
1. Seberapa sering saya perlu mengganti ban mobil?
Umumnya ban perlu diganti setiap 3–5 tahun atau ketika kedalaman alur sudah mencapai batas minimal.
2. Apa tanda ban mobil harus segera diganti?
Jika muncul retakan, benjolan, atau alur ban sudah rata dengan indikator TWI, ban harus segera diganti.
3. Apakah isi nitrogen lebih baik daripada angin biasa?
Nitrogen cenderung lebih stabil dan membuat tekanan ban bertahan lebih lama, namun bukan berarti angin biasa tidak bisa digunakan.
4. Bagaimana cara mengetahui tekanan ban yang tepat?
Tekanan ban yang ideal tercantum pada stiker di pintu pengemudi atau di buku manual mobil.
5. Apakah ban cadangan juga perlu dirawat?
Ya, ban cadangan tetap perlu dicek tekanan anginnya secara berkala agar siap digunakan saat darurat.
Hubungi Bengkel Arumsari Auto Care Sekarang!
Halo Otolovers 👋, reservasi ke bengkel Kami sekarang juga dan dapatkan promo menarik dari kami, cs kami akan membalas secepat mungkin
Hubungi CS Sekarang



