Apa Saja Penyebab Umum Kerusakan pada Onderstel Mobil?

Onderstel mobil adalah salah satu komponen terpenting yang memengaruhi kenyamanan dan keamanan berkendara. Sayangnya, banyak pengendara yang kurang memperhatikan perawatannya hingga akhirnya mengalami kerusakan. Lalu, apa saja penyebab umum kerusakan pada onderstel mobil? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini! arumsariautocare.com

1. Mengenal Komponen Onderstel Mobil

Sebelum membahas penyebab kerusakannya, mari pahami dulu apa saja bagian-bagian utama onderstel mobil: bengkelkakimobil.com

A. Suspensi (Sistem Pegas dan Peredam Kejut)

Suspensi berfungsi untuk menyerap guncangan saat mobil melewati permukaan jalan yang tidak rata. Komponen ini terdiri dari pegas, shock absorber, dan strut bar.

B. Roda dan Ban

Ban dan velg termasuk dalam sistem onderstel karena langsung bersentuhan dengan jalan. Kondisi ban yang buruk dapat memengaruhi kestabilan mobil.

C. Sistem Kemudi

Termasuk tie rod, ball joint, dan rack and pinion yang mengatur arah roda sesuai kemudi pengendara.

D. Rangka dan Chassis

Bagian ini menjadi fondasi utama kendaraan dan menopang seluruh beban mobil.

2. Penyebab Umum Kerusakan Onderstel Mobil

Kerusakan onderstel bisa terjadi karena berbagai faktor, mulai dari kebiasaan berkendara hingga kondisi jalan. Berikut beberapa penyebab utamanya:

A. Jalanan Berlubang dan Tidak Rata

Lubang di jalan memberikan tekanan ekstra pada suspensi dan komponen bawah mobil. Jika sering melewati jalan rusak, shock absorber dan ball joint bisa cepat aus.

B. Kebiasaan Berkendara yang Kasar

Beberapa kebiasaan buruk pengemudi yang merusak onderstel:

  1. Sering mengerem mendadak
  2. Menyetir dengan kecepatan tinggi di jalan bergelombang
  3. Membawa beban berlebihan

C. Kurangnya Perawatan Berkala

Onderstel perlu diperiksa secara rutin, termasuk:

  • Mengecek kondisi shock absorber
  • Melumasi komponen seperti ball joint dan tie rod
  • Memastikan baut-baut pengencang tidak kendur

D. Korosi Akibat Air dan Lumpur

Air, garam jalan, dan lumpur bisa menyebabkan karat pada komponen logam seperti rangka dan sambungan onderstel.

E. Pemakaian Ban yang Tidak Sesuai

Ban yang sudah botak atau tekanan angin tidak tepat membuat suspensi bekerja lebih keras, mempercepat keausan.

3. Tanda-Tanda Onderstel Mobil Bermasalah

Agar tidak terlambat menanganinya, kenali gejala kerusakan onderstel berikut:

A. Bunyi-Bunyian Aneh Saat Berkendara

  • “Dengung” atau “klotak” saat melewati jalan bergelombang bisa berasal dari shock absorber yang rusak.
  • “Krek” saat belok menandakan masalah pada ball joint atau tie rod.

B. Mobil Terasa Tidak Stabil

  • Mobil oleng saat belok
  • Setir terasa berat atau ngelantur

C. Ban Aus Tidak Merata

Jika ban cepat habis di bagian tertentu, bisa jadi ada masalah pada alignment atau balancing.

4. Cara Mencegah Kerusakan Onderstel Mobil

Agar onderstel tetap awet, lakukan langkah-langkah berikut:

A. Hindari Jalan Rusak Jika Memungkinkan

Pilih rute yang lebih halus untuk mengurangi beban pada suspensi.

B. Lakukan Servis Berkala

  • Ganti oli shock absorber setiap 40.000 km
  • Periksa kondisi bushing dan bearing secara rutin

C. Gunakan Ban yang Sesuai Rekomendasi

Pastikan ukuran ban sesuai spesifikasi mobil dan tekanan angin selalu tepat.

5. Kapan Harus Mengecek Onderstel ke Bengkel?

Jangan tunda perbaikan jika:
✅ Mobil sering berbunyi saat melewati jalan bergelombang
✅ Setir terasa tidak responsif
✅ Ada kebocoran cairan shock absorber

Kesimpulan

Kerusakan onderstel mobil bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari kondisi jalan, kebiasaan berkendara, hingga kurangnya perawatan. Dengan mengenali tanda-tandanya sejak dini dan melakukan pencegahan, Anda bisa menghindari biaya perbaikan yang mahal. Pastikan untuk selalu memeriksa komponen onderstel secara berkala agar kenyamanan dan keamanan berkendara tetap terjaga.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Apakah onderstel mobil bisa diperbaiki sendiri?

Beberapa komponen seperti baut kendur bisa dikencangkan sendiri, tetapi untuk masalah seperti shock absorber atau ball joint, lebih baik dibawa ke bengkel profesional.

2. Berapa biaya perbaikan onderstel yang rusak?

Biayanya bervariasi, mulai dari Rp 500.000 untuk ganti bushing hingga Rp 5 juta lebih untuk penggantian shock absorber.

3. Seberapa sering onderstel harus diservis?

Disarankan untuk pengecekan setiap 10.000 km atau saat terasa ada gejala tidak normal.

4. Apa akibatnya jika onderstel dibiarkan rusak?

Bisa menyebabkan ban cepat aus, setir tidak stabil, hingga risiko kecelakaan karena kendali mobil berkurang.

5. Apakah mobil sering muat berat lebih cepat merusak onderstel?

Ya, beban berlebihan membuat suspensi dan rangka bekerja lebih keras, mempercepat keausan komponen.

Tombol WhatsApp WhatsApp Logo 6285221486500 Hubungi Bengkel Dokter Mobil

Hubungi Bengkel Arumsari Auto Care Sekarang!

Halo Otolovers 👋, reservasi ke bengkel Kami sekarang juga dan dapatkan promo menarik dari kami, cs kami akan membalas secepat mungkin


Hubungi CS Sekarang

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top