Pemeriksaan Bosh Arm Mobil Setelah Kecelakaan: Apa yang Harus Diperiksa?

Kecelakaan mobil bisa terjadi kapan saja, dan salah satu komponen yang sering terdampak adalah Bosh Arm atau lengan suspensi. Komponen ini berperan penting dalam kestabilan dan kenyamanan berkendara. Jika tidak diperiksa dengan seksama setelah kecelakaan, kerusakan pada Bosh Arm bisa membahayakan keselamatan pengemudi dan penumpang. arumsariautocare.com

Lalu, bagaimana cara memeriksa Bosh Arm setelah kecelakaan? Apa saja tanda-tanda kerusakan yang perlu diwaspadai? Simak panduan lengkapnya di bawah ini! bengkelkakimobil.com

Mengapa Pemeriksaan Bosh Arm Setelah Kecelakaan Itu Penting?

Bosh Arm (atau dikenal juga sebagai control arm) adalah bagian dari sistem suspensi yang menghubungkan roda dengan rangka mobil. Fungsinya sangat krusial, yaitu:

  • Menjaga stabilitas mobil saat berbelok
  • Menyerap guncangan dari permukaan jalan
  • Memastikan roda tetap sejajar

Jika Bosh Arm rusak, dampaknya bisa sangat serius, seperti:

  1. Kemengaruhi handling mobil – Setir terasa berat atau tidak stabil.
  2. Meningkatkan keausan ban – Ban bisa aus tidak merata.
  3. Membahayakan keselamatan – Risiko patah atau lepas saat berkendara.

Oleh karena itu, pemeriksaan menyeluruh wajib dilakukan setelah kecelakaan, sekalipun kerusakan terlihat kecil.

Tanda-Tanda Kerusakan Bosh Arm yang Harus Diwaspadai

Sebelum membawa mobil ke bengkel, Anda bisa melakukan pemeriksaan awal sendiri. Berikut gejala kerusakan Bosh Arm yang sering muncul:

1. Bunyi Tidak Waktu Saat Berkendara

  • Bunyi “klik” atau “krek” saat menikung atau melewati jalan bergelombang.
  • Dentingan logam yang terdengar dari area roda.

2. Setir Terasa Tidak Stabil

  • Mobil cenderung menarik ke satu sisi meski setir lurus.
  • Getaran pada kemudi, terutama saat kecepatan tinggi.

3. Ban Aus Tidak Merata

  • Bagian dalam atau luar ban lebih cepat botak dibanding bagian tengah.
  • Alur ban tidak simetris, menandakan alignment terganggu.

4. Kendaraan Terasa Oleng Saat Belok

  • Mobil seperti kehilangan traksi saat belok tajam.
  • Body roll berlebihan meski kecepatan rendah.

Jika menemukan gejala-gejala di atas, segera bawa mobil ke bengkel profesional untuk pemeriksaan lebih lanjut!

Langkah-Langkah Pemeriksaan Bosh Arm Pasca-Kecelakaan

Pemeriksaan Bosh Arm harus dilakukan secara sistematis. Berikut tahapannya:

1. Pemeriksaan Visual (Cek Fisik)

  • Periksa retak atau deformasi pada lengan Bosh Arm.
  • Cek bushing (karet peredam) apakah masih utuh atau sudah pecah.
  • Lihat tanda karat atau keausan berlebihan pada sambungan logam.

2. Uji Coba Berkendara

  • Tes handling di jalan lurus dan belokan.
  • Perhatikan getaran atau bunyi tidak wajar.

3. Pengecekan di Bengkel

  • Pengukuran geometri suspensi untuk memastikan alignment masih tepat.
  • Penggunaan alat diagnosa untuk mendeteksi kerusakan internal.

Komponen yang Sering Rusak Bersamaan dengan Bosh Arm

Kerusakan Bosh Arm seringkali berdampak pada bagian lain, seperti:

  1. Ball Joint – Sambungan yang menghubungkan Bosh Arm dengan roda.
  2. Stabilizer Link – Komponen yang mengurangi body roll.
  3. Shock Absorber – Peredam kejut yang bekerja bersama suspensi.

Jika Bosh Arm rusak, komponen-komponen ini juga harus diperiksa untuk mencegah kerusakan berantai.

Biaya Perbaikan atau Penggantian Bosh Arm

Harga Bosh Arm bervariasi tergantung jenis mobil:

  • Mobil LCGC: Rp 500.000 – Rp 1.500.000 per sisi.
  • Mobil SUV: Rp 1.500.000 – Rp 3.000.000 per sisi.
  • Mobil Premium/Luxury: Rp 3.000.000 ke atas.

Biaya ini belum termasuk jasa pemasangan dan alignment. Pastikan memilih suku cadang original atau berkualitas agar tidak cepat rusak.

Kesimpulan

Pemeriksaan Bosh Arm setelah kecelakaan tidak boleh diabaikan. Kerusakan kecil sekalipun bisa berakibat fatal jika dibiarkan. Lakukan pengecekan visual, uji berkendara, dan bawa ke bengkel terpercaya untuk diagnosis menyeluruh. Dengan begitu, keselamatan dan kenyamanan berkendara tetap terjaga.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Apakah Bosh Arm bisa diperbaiki tanpa mengganti seluruh komponen?
Tergantung tingkat kerusakan. Jika hanya bushing yang rusak, bisa diganti terpisah. Namun, jika lengan Bosh Arm bengkok atau retak, harus diganti seluruhnya.

2. Berapa lama Bosh Arm biasanya bertahan?
Umur pakai Bosh Arm berkisar 5-10 tahun, tergantung kondisi jalan dan perawatan.

3. Apa yang terjadi jika terus mengemudi dengan Bosh Arm rusak?
Risikonya antara lain ban cepat aus, setir tidak stabil, hingga Bosh Arm patah saat berkendara.

4. Bisakah kerusakan Bosh Arm menyebabkan mobil tidak lulus uji emisi?
Tidak langsung, tetapi suspensi yang buruk bisa memengaruhi performa mesin secara tidak langsung.

5. Apakah semua bengkel bisa melakukan pemeriksaan Bosh Arm?
Sebaiknya bawa ke bengkel spesialis suspensi karena memerlukan alat dan keahlian khusus.

Tombol WhatsApp WhatsApp Logo 6285221486500 Hubungi Bengkel Dokter Mobil

Hubungi Bengkel Arumsari Auto Care Sekarang!

Halo Otolovers 👋, reservasi ke bengkel Kami sekarang juga dan dapatkan promo menarik dari kami, cs kami akan membalas secepat mungkin


Hubungi CS Sekarang

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top